Monday, May 23, 2011

:: I'm Too Busy ::

I'm Too Busy
Everyday as I wake up at dawn
My mind start working the moment I yawn
There were many things to do, o dear!
That's why I hastily did my Subuh prayer
I didn't have the time to sit longer to praise the Lord
To me rushing out after prayer is nothing odd...

Since school, I had been busy every minute
Completing my tutorials and handing it in
My ECAs took up most of my time always
No time did I have to Allah to pray
Too many things to do and zhikr is rare For Allah,
I really had no time to spare...

When I grew up and started my career
Working all day to secure my future
When I reached home, I preferred to have fun
I chatted on the phone but I didn't read the Qur'an
I spent too much time surfing the Internet
Sad to say, my faith was falling flat...

The only time I have left is weekends
During which I prefer window shopping with friends
I couldn't spare time to go to the mosque
I'm too busy, that's the BIG EXCUSE...

I did my five prayers but did so quickly
After prayer, I didn't sit longer to reflect quietly
I didn't have time to help the needy ones
I was loaded with work as my precious time runs

No time at all to visit a sick Muslim friend
To orphans and elderly, I hardly lent a hand
I'm too busy to do community service
When there were gatherings, I helped the least

My life was already full of stress
So I didn't counsel a Muslim in distress
I didn't spend much time with my family
Because I thought, doing so is a waste of time...

No time to share with non-Muslim about Islam
Even though I know, inviting causes no harm
No time to do Sunnah prayers at all
All these contribute to my eeman's fall...

I'm busy here and busy there
I've no time at all, that's all I care
I went for religious lessons, just once in awhile
Coz I'm too busy making a pile...

I worked all day and I slept all night
Too tired for Tahajjud and it seemed not right
To me, earning a living was already tough so
I only did basic deeds but that's not enough...

No time at all, to admire God's creation
No time to praise Allah and seek His Compassion
Although I know how short is my life
For Islam, I really didn't strive...

Finally the day comes, when the Lord calls for me
And I stood before Him with my Life's History
I feel so guilty because I should have prayed more
Isn't that what a Muslim lives for?

To thank Allah and do more good deeds
And the Qur'an is for us all to read...

Now at Judgement Day, I'm starting to fret
I've wasted my life but it's too late to regret
My entry to Paradise depend on my good behaviour
But I've not done enough nor did proper prayer

My "good deed book" is given from my right
An angel opened my "book" and read out my plight.

Then the angel chided me....

"O You Muslim servant, you are the one,
Who is given enough time, yet not much is done
Do you know that your faith is loose?
Saying "no time" is only an excuse.
Your "good deed book" should be filled up more
With all the good work you stood up for...

Hence, I only recorded those little good deeds
As I say this, I know your eyes will mist...
I was about to write some more, you see
But I did not have, THE TIME to list

THE END

(jumpa dalam koleksi tazkirah dari seorang sahabat)

:: Catatan Hati : Di Rumah Itu.. ::

Peperangan, itu yang berlaku,

Antara rumah sewa mahupun hostel,

Hati tidak kuat utk kedua-dua keputusan,

Segalanya masih berbelah bagi,

Tapi keputusan yang terzahir

Adalah memilih rumah itu….

Di rumah itu,

Penat lelah mengajarku erti hidup

Memanjat tangga sampai ke tingkat 5

Memerlukan kekuatan yang luar biasa rasanya

Baik kekuatan jiwa mahupun spiritual

Kerana

Tangga itu mengajarku erti

Menghela nafas dengan mengingati Allah

Menapak dengan zikrullah…

Di rumah itu,

Ku di ajar bangun seawal jam 6 pagi

Segalanya secara konsisten

Kembali kehidupan asrama dahulu

Bercerita bukan untuk mengeluh

Tapi mengajar menghargai jerih bonda

Yang kian hari ikhlas membesarkanku.

Di rumah itu,

Segalanya sendiri antara aku, dia dan dia,

Kerana di rumah itu aku belajar menghargai

Masa sebagai seorang suri.

Di rumah itu,

Pagiku terhias dengan menyiap sarapan

Untuk di bawa bekal ke tempat kerja

Merangkap menu tengah hariku

Yang saban hari di selang seli

Air mata barangkali

Mengenang bonda yang berpuluh tahun

Menjalani rutin itu sehari-hari

Di rumah itu,

Ku belajar mengurus masa sebagai seorang suri

Biarpun segalanya masih untuk diri sendiri

Tapi betapa ku mengerti

Tugas seorang suri bukanlah mudah

Umpama menekan remote tv

Di rumah itu,

Buat ku pening kepala bukan tanda migraine kunjung diri

Tapi pening memikirkan menu

Yang bakal di santap di kala malam hari

Biar jadual memasak siap tertampal

Sungguh,

Ia tak semudah membaca nama

Dan ‘take note’ memasak hari apa…

Apa tugas seorang suri sejati ada harinya??

Tak pernah terdengar cuti bagi seorang suri

Tertanya pada diri,

Apa layak memikul tugas amanah Illahi itu??

Bonda, semakin hari

Semakin ku mengerti, tugasmu di dapur,

Bukan sekadar memegang periuk dan senduk,

Tapi adunan ikhlas, titipan doa, sampah rungutan,

Ku belajar semua itu kini…

Di rumah itu,

Ikhlas dalam memasak,

Ikhlas dalam mengemas rumah,

Ikhlas dalam menyapu sampah,

Perasaan apakah itu…

Argh….suasana itu sungguh terasa lain,

Lain ketika segalanya di lakukan di rumah sendiri,

Lain dimensinya bila dilakukan di rumah sewa ini,

Apa hati ini masih meragui

Ganjaran yang Kau sediakan untuk rasa ikhlas itu…

Ampunkan hamba ya Rahim…

By : wardatul shauqah

6.30 pm/21 mei 2011

504, blok cengal, jln 7/1,

43300 sri kembangan, Selangor.

Monday, May 16, 2011

:: Aku dan Alam ::

Balayar kapal di tengah lautan,
Lautan luas tiada bertepian,
Deru angin kian membahagiakan,
Buat insan yang dahagakan belaian.

Belaian lembut namanya kasih,
Maka disambut pasit memutih.

Ombak datang menyapu pergi,
Menyapu pergi di awal pagi,
Sudahlah datang tak beriringi,
Perginya kini meninggalkan benci.

Panah mentari busurnya angin,
Sasarnya bumi kian mendingin,
Telah terpadam api lilin,
Kasih tersisa apa mungkin??

Samudera luas untuk ditelusuri,
Lautan dalam untuk dijejaki,
Buka mata bersihkan hati,
Tanya alam, apa diri layak menjadi abdi??


by wardatul shauqah
3.13 petang
Bahagian Sokongan Teknikal
Agensi Nuklear Malaysia

Wednesday, April 20, 2011

:: Tiba-tiba ::

Teringat kata2 yang pernah tangan ini sendiri menaip pada seorang sahabat, "tak salah tunduk ke bumi walaupun bintang bersinar indah, cuma jangan lupa kehijauan pohon yang masih boleh dinikmati"....rasa seperti kata2 itu terpalik pada diri sendiri tatkala ini...astaghfirullahal 'azim.

Assalamualaikum shbt2...bagaimana iman sahabat tatkala ini?? iman kinah tak berapa sihat, selsema, batuk skit, demam sikit...semua ada. Iman, maafkan kinah ye sbb kinah tak jaga iman dengan baik....kinah tak amanah dalam banyak benda...

Ikutkn hati terlalu bnyk yg hendak dicoretkan, tapi kali ini ada sesuatu yang lebih menguasai dari segalanya....sebuah peringatan dan teguran direct dari Allah mungkin untuk kinah hamba yang selalu leka ni....

Seusai makan tengah hari bersama shbt2 tersayang, niat di hati hendak meneruskan perjuangan utk study untuk paper esok, sebab esok antara paper killer, statistical physics....

Laptop yang sedari pagi tadi setia memutarkn ayat2 suci Al-Quran, terus memainkan tugasnya tanpa henti....

Tiba-tiba....

Bukan playlist itu berhenti secara mengejut, tapi terasa sumtin dengan satu surah ini...ntah kenapa lenggok bahasa surah ini begitu menggamit jiwa..

Surah al-Takwir

Digapai terus tafsir quran di sisi dan mencari surah tersebut....ya Allah, banyaknya dosa aku. Shbt, kinah pasti ramai shbt2 lebih mengenali al-quran dari kinah, kinah akui hakikat itu, tapi tolong sedarkan kinah akn mukjizat agung ini...

Membaca makna bagi ayat pertama surah ini cukup untuk membuat mutiara jernih menemani petang ini...terlalu hebat kuasaMu ya Allah!!!

Jom sama2 kita selami maksud surah ini...

Surah Al-Takwir (menggulung), surah ke 81, mempunyai 29 ayat.

1. apabila matahari digulung,
2. dan apabila bintang2 gugur berselerak
3. dan apabila gunung ganang dihancurkan
4. dan apabila unta2 yang bunting ditinggalkan
5. dan apabila binatang2 liar dikumpulkan
6. dan apabila lautan menjadikan meluap
7. dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan jasadnya)
8. apabila bayi2 perempuan yang dikubur hidup2 ditanya
9. kerana dosa apakah dia dibunuh
10. dan apabila catatan2 (amal perbuatan manusia) dibuka
11. dan apabila langit dilenyapkan
12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan
13. dan apabila syurga didekatkan
14. maka tiap2 jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan
15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang2
16. yang beredar dan terbenam
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyinsing
19. sesungguhnya Al-Quran itu benar2 firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
20. yang mempunyai kekuatan yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy
21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi percayai
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang
24. dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib
25. dan al-Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk
26. maka ke manakah kamu akan pergi?
27. AL-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam
28. (iaitu) bagi siapa di antara kamu yang mahu menempuh jalan yang lurus
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan ini) kecuali apabila dikehendaki Allah, tuhan semesta alam.

Biarpun surah ini hanya mempunyai 29 ayat, apa kata kita singkap sedikit lagi kronologi yang Allah susunkan dalam surat cinta agung ini...

duhai ini, tolong renungkan kembali, dalam sehari berapa banyak masa kau habiskan bersama pemilik surat cinta agung ini....tolong ingat wahai diri....

sakinah, tolong fikirkan kembali siapa kamu di bumi ini....

sahabat,

jom amik masa kejap utk telusuri kronologi surat cinta kekasih kita ni...

pada surah yang ke 82 yakni surah selepas al-takwir itu tadi merupakan surah al-infitar (terbelah)...terlalu teliti kekasih kita ini bukan...

Tanya pada diri kmu sakinah, apa lagi yang kmu cari di bumi sementara ini....apa masih berat untuk mengungkap kalimah syukur atas segala nikmat yg dah dipinjamkan ini??

Sabahat2, sama2 meneliti maksud surah al-infitar ini...

1. apabila langit terbelah
2. dan apabila bintang2 jatuh berserakan
3. dan apabila lautan dijadikan meluap
4. dan apabila kubur2 dibongkar
5. maka tiap2 jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya
6. hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat derhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah
7. yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang
8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu
9. bukan hanya derhaka sahaja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan
10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat2) yang mengawasi (pekerjaanmu)
11. yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan2mu itu)
12. mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan
13. sesungguhnya orang2 yang banyak berbakti benar2 berada dalam syurga yang penuh kenikmatan
14. dan sesungguhnya orang2 yang derhaka benar2 berada dalam neraka
15. mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan
16. dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu
17. tahukah kamu apakah hari pembalasan itu??
18. sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu??
19. (iaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.






~speechless~

makin banyak yang tangan ini taip, terasa makin banyak yang diuji...

maka, kinah percaya, shbt2 amat2 hebat dan pintar kesemuanya....sama2 kita renungkan

Tolong ingatkan kinah tolong sedarkan kinah.......tolong pimpin kinah!!!

Doakan kinah dan sahabat2 dapat menjawab semua paper dengan cemerlang dnia akhirt smpai syurga...


p/s: semasa mula menaip entry ini, tiba2 awan menjadi hitam dan mencurahkan segala kandungannya...terasa seperti betul2 Allah nak tegur kinah tentang sesuatu...ampunkan hamba ya Allah!!!

Wednesday, April 13, 2011

:: Wasiat Rasulullah Buat Saidina Ali ::

Wahai Ali, bagi orang-orang mukmin terdapat 3 tanda-tandanya :

1. Tidak terpaut hatinya pada harta dunia
2. Tidak terpesona dengan pujuk rayu wanita
3. Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia

Wahai Ali, bagi orang alim itu terdapat 3 tanda-tanyanya :

1. Jujur dalam kata-kata
2. Menjauhi segala yang haram
3. Merendahkan diri

Wahai Ali, bagi orang bertaqwa itu ada 3 tanda-tandanya :

1. Takut berlaku dusta dan keji
2. Menjauhi kejahatan
3. Memohon yang halal kerana takut jatuh ke dalam yang keharaman

Wahai Ali, bagi orang yang jujur itu ada 3 tanda-tandanya :

1. Merahsiakan ibadahnya
2. Merahsiakan sedekahnya
3. Merahsiakan ujian yang menimpanya

Ya Allah, apa mampu diri ini mengecapi setianp 'tingkat' yang Rasulullah sebutkan itu?? Ikutkn hati, utk mencapai 'tingkat' org yg paling jujur itu sendiri terlalu mencabar terutama 'merahsiakan ujian yang menimpanya'....

Ya Rahim, Engkau mendatangkan semua ini kepada kami, maka jangan Kau butakan kami dari melihat segala sesuatu yang tersirat di sebalik semua ini...agar hati kami tidak buta dalam mencari cahayaMu..ampunkan hmbaMu yang hina ini ya Allah....

~tolong ingat kan kinah saat kinah terleka~

Sunday, April 10, 2011

:: Mengapa Perlu Membaca Al-Quran Sedangkan Tidak Memahami ::


Ini adalah satu kisah yang sangat menarik. Semoga dengan cerita ini hati anda akan terbuka tentang membaca Al-Quran. Kisah ini dipetik daripada kisah yang ditulis dalam Bahasa Inggeris.

Mengapa Kita Membaca Al-Quran, sedangkan kita tidak memahami sepenuhnya apa yang di baca?.



Ada seorang Atuk tua tinggal bersama cucu lelakinya di sebuah bukit di pendalaman. Setiap pagi Atuk bangun awal pagi duduk di meja makan dan membaca Al-Quran. Cucunya ingin menjadi seperti Atuk dan meniru seberapa boleh akan bacaan yang dibaca oleh Atuknya.

Pada suatu hari cucunya bertanya, ‘Atuk! saya cuba membaca Al-Quran macam Atuk baca tapi saya tak faham pun, dan jika saya faham sekali pun saya akan lupa sebaik sahaja saya menutupinya. Apa bagusnya bila kita membaca Al-Quran?’ Sedang orang tua itu meletakkan arang batu ke dalam dapur pemanas badan, dengan perlahan dia menoleh kepada cucunya sambil berkata, ‘ Bawa guni arang batu ini ke sungai dan bawakan saya seguni air.’



Budak lelaki itu buat seperti apa yang disuruh, tetapi semua air itu membocor keluar sebelum dia sampai ke rumah. Orang tua itu ketawa dan berkata. ‘ Awak hendaklah berjalan lebih cepat untuk yang akan datang,’ dan meminta cucunya ke sungai bersama dengan guni arang batu untuk cuba sekali lagi. Kali ini budak lelaki itu berjalan lebih laju, sekali lagi guni itu kosong sebelum dia tiba ke rumah. Terlalu letih, dia memberitahu Atuknya bahawa mana mungkin untuk membawa air di dalam guni, dan dia pergi untuk mengambil baldi. Orang tua itu berkata, ‘ saya tidak mahu sebaldi air, saya mahu seguni air. Anda tidak cukup kuat mencubanya.’ dan dia menuju ke pintu melihat cucunya mencuba lagi.



Pada katika itu, budak lelaki itu sudah tahu bahawa tidak mungkin dapat membawa air di dalam guni hingga ke rumah, tetapi untuk tidak menunjukkan apa-apa reaksi kepada Atuknya dia berlari seberapa laju yang dia boleh, semua air yang di bawa masih membocor keluar sebelum dia sampai ke rumah. Budak lelaki itu sekali lagi pergi ke sungai dan berlari secepat mungkin dengan seguni air, tetapi apabila sampai kepada Atuknya, guni tersebut sekali lagi kosong. Meletihkan, katanya,’ tengok Atuk, tak guna!’ ‘ Jadi anda fikir ianya tidak berguna?’ Orang tua itu berkata,’ tengok guni itu.’



Budak lelaki itu melihat akan guni tersebut dan buat kali pertamanya dia sedar bahawa guni tersebut sudah berubah. Ia telah bertukar daripada guni lama yang kotor bekas arang batu menjadi begitu bersih, luar dan dalam.



‘Cucuku, itulah yang akan berlaku jika anda membaca Al-Quran. Anda mungkin tidak faham ataupun ingat kesemuanya, tetapi apabila anda membacanya, anda akan berubah dengan sedirinya, dalaman dan luaran. Itulah kurniaan Allah s.w.t. dalam kehidupan kita.’



(sumber : dari laman sesawang yang tak tahu urlnya apa)

Thursday, April 7, 2011

:: Himpunan ayt2 Al-Quran & Hadis Tntg P'kahwinan ::

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Sekadar sebuah perkongsian dan untuk renungan bersama....



01. Rasulullah SAW pernah mengingatkan sesiapa yang berkemampuan tetapi enggan untuk berkahwin melalui sabdanya, "Kamu berkata begitu, ingatlah demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan yang paling taqwa kepada-Nya, tetapi aku berpuasa dan kadangkala tidak berpuasa; aku sembahyang dan aku tidur; dan juga kahwin dengan perempuan. Barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, dia bukanlah pengikutku".



02. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Kahwinilah wanita itu kerana empat perkara, kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikan dan kerana agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, engkau akan selamat".



03. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Sebaik-baik wanita itu ialah apabila kamu memandangnya kamu akan senang hati (gembira), apabila kamu perintah, ia patuh kepadamu, apabila kamu pergi, ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu."



04. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, Sejahat-jahat jamuan ialah jamuan walimah (perkahwinan) yang mengundang orang-orang kaya dan meninggalkan orang-orang yang fakir. (riwayat Bukhari & Muslim)



05. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Wanita yang paling banyak mendapat kurnia ialah wanita yang murah mas kahwinnya, yang senang nikahnya dan baik budi pekertinya. Dan wanita yang jahat ialah wanita yang mahal mas kahwinnya, payah nikahnya dan yang buruk budi pekertinya.



06. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Beritahulah kepada orang ramai akan nikah ini dengan pukulan gendang dan rebana". (riwayat Ibnu Majjah)



07. Diharamkan atas kamu mengahwini ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan kamu, saudara-saudara perempuan bapa kamu, saudara-saudara perempuan ibu kamu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara lelaki kamu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan kamu. (An-Nissa: 23)



08. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Hak suami atas isterinya (tanggungjawab isteri terhadap suaminya), bahawa isteri tidak boleh meninggalkan hamparan (tilam) suaminya, hendaklah menerima dengan baik pemberian suaminya, hendaklah taat pada perintah suaminya, tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya, dan tidak boleh membawa (membenarkan) orang yang dibenci oleh suaminya masuk ke dalam rumahnya." (riwayat Al-Tabrani)



09. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Bila isteri itu mengerjakan sembahyang lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, memelihara kemaluannya dan mematuhi suruhan dan larangan suaminya, maka akan dimasukkan dia ke dalam syurga." (riwayat Abu Hurairah)



10. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Tiga perkara yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dianggap bersungguh-sungguh, dan yang dilakukan dengan gurauan (main-main) akan menjadi sungguh-sungguh iaitu nikah, talak dan rujuk.



11. "Maka kahwinilah perempuan-perempuan yang kamu sukai dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu tidak dapat berlaku adil diantara isteri-isteri kamu, maka hendaklah kamu berkahwin seorang sahaja." (An-Nisa: 3)



12. "Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. (Ar-Rum 21)



13. "Wanita-wanita yang keji diperuntukkan untuk lelaki yang keji. Dan lelaki yang keji diperuntukkan untuk wanita yang keji pula, dan wanita yang baik diperuntukkan bagi lelaki yang baik, dan lelaki yang baik diperuntukkan bagi waita yang baik pula." (An Nur: 26)



14. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, " Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik daripada kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak mempunyai budi pekerti." (riwayat Abu Asakir).



15. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Takutlah kepada Allah, di dalam memimpin isteri-isterimu, kerana sesungguhnya mereka adalah amanah yang ada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan agar isterinya mengerjakan solat, dan mengerjakan agama kepadanya, maka ia telah berkianat kepada Allah dan Rasul-Nya.



16. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah pernah ditanya apa yang dilakukan oleh Rasullulah SAW dalam rumahtangganya? Jawab Aisyah: Nabi SAW biasa membantu kepentingan keluarganya. Menyapu rumah, menjahit baju yang koyak, memperbaiki sepatu dan memerah susu kambing. Bila tiba waktu solat tiba baru baginda berhenti, kemudian menunaikan solat."



17. Terdapat beberapa cara untuk menggauli isteri secara baik antaranya tidak membuka rahsia isteri serta memperkatakannya di hadapan masyarakat umum. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Seburuk-buruk manusia disisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang lelaki yang menceritakan hubungan dengan isterinya dan isteri yang berhubungan dengan suaminya lalu menyebarluaskan rahsia mereka."



18. "Isteri-istei kamu adalah seperi kebun tempat kamu bercucuk tanam, maka datangilah kebun tempat kamu bercucuk tanam itu bagaimana sahaja yang kamu kehendaki." (Al Baqarah: 223)



19.Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Perbaikilah wanita, kerana sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Paling bengkoknya tulang rusuk itu adalah di bahagian atasnya. Jika meluruskannya terlalu keras., maka ia akan pecah. Dan jika dibiarkan, maka ia akan tetap bengkok. Maka perbaikilah wanita itu dengan cara yang baik.



20. "Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapanya, ibunya telah mengandungkannya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusukannya dalam masa dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu, hanya kepada -Ku-lah tempat kembalimu (Luqman:14)



21. "Hai sekelian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, daripadanya pula Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya dikembangkan laki-laki dan wanita-wanita yang ramai. Dan bertaqwalah kepada Allah dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain; dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah sentiasa mengawasi kamu." (An-Nisa': 1)



~~ Salawat dan salam ke atas junjungan Nabi Muhammad S.A.W~~~


(sebuah perkongsian yang dijumpai dalam laman sesawang....moga sama2 amik iktibar)

:: Catatan Rindu ::

Assalamualaikum shbt2....rindu yang tersarang di dalam jiwa ini tak mampu di ungkap dengan kata2, rindu pada dunia blog yang tertangguh sekian lama akhirnya terlampias juga hari ini...

Kelmarin, alhamdulillah kinah dan shbt2 lain selamat ber'viva'...membentangkan segala hasil tesis kami dan 'dihentam' untuk segala data yang dipersembahkan....slide kinah seriusly sikit compare dgn lab partner kinah, sebab slide kinah mmg xde ayat, 70% graf dan gambar2...takut termiss point2 penting. Biar apapun, terima kasih yg tak terhingga buat Prof Mustaffa, Dr Yap Chi Chin, Prof Madya Dr Ramli Omar dah lab partner kinah, Nurulzaleha saffa nazeli di atas segala pengorbanan kalian semua, really appreciate it.

Selepas tamat presentation kami, kinah menyibuk ke bilik mesyuarat fizik utk melihat presentation shbt2 yg lain di sana...alangkah sejuknya hati tatkala melihat wajah kekasih hati ada di sana..ya Allah, rasa nak menitik air mata.

Tapi kinah sedar, siapa kinah untuk menjadi perhatian dia...kehadiran kinah tak pernah di rasai olehnya sebab kinah insan kerdil, dia seorang yang amat disayang ramai. Melihat susuk tubuhnya berada di depan mata, adalah suatu anugerah yang teramat indah...segala rindu terubat sudah. Apatah lagi mendengar suaranya yang serak2 basah...ya Allah, terima kasih kerana mempertemukan kembali dengan kekasihku yang satu ini.

Prof. Dato' Dr Mohd Yusof Othman....itulah kekasih hati kinah. Prof, saya rindu kuliah prof!! Saya rindu segala kata2 prof!!

Seorang pensyarah yang amat dan teramat kinah kagum!!! Tidak asing ayat2 al-quran mahupun hadis dalam memberikan kuliahnya...bidang kepakaran beliau adalah dalam bidang tenaga, dan setiap kuliahnya tidak satu pun tertinggal untuk dikaitkan dengan al-quran!! biarpun kuliah kami 50-50 secara rawaknya pelajar adlh melayu-cina, tp sedikit pun tidak membuatkan beliau lemah utk berkongsi ayt2 mukjizat itu.

Prof, serius rindu kuliah prof!!

Daripada sekecil-kecil benda seperti atom sehingga ke nukleus sehinggalah sebesar sumber tenaga seperti matahari, prof tak lupa kaitkan segalanya dengan pencipta agung....dalam kuliah prof inilah kinah terasa kinah datang ke sini belajar kerana ilmu, bukan kerana exam...

Latar belakang setiap saintis yang ada semua dalam kepala prof, bagaimana sesuatu teori tu discover, semua dia bentang...sangat kagum!! biar apapun, tokoh2 ilmuwan islam tetap meniti cair di bibirnya...mana nak cari pengganti dirinya di dalam hati ini!!

Serius sebak sangat dapat jumpa prof live lepas present hari tu sebab kinah dah lama tak dapat jumpa prof directly....apapun, terima kasih prof untuk ilmu yang prof curahkan selama ini. Nanti, tengok2 la kat tv2 kalau ada2 talk tentang sains dalam islam, dia selalu jadi penceramah jemputan...

Ok, maaflah, entry kali ni seriusly takde input, sekadar lampias rindu. Terima kasih utk doa shbt2 utk kinah selama ni.

Sblum kinah labuhkn tirai blog kali ni, kinah nk share sebuah lirik lagu yang dihadiahkn oleh seorang shbt kinah...lagu bertajuk 'ku yakin berlaku'...hayati bait2 lirik lagu ni...

Lirik Lagu Ku Yakin Berlaku - AIDIL

Yang ku panggil kasih
Ku kenang selalu
Riuh atau sepi
Rinduku padamu

Dalam kesibukan
Dalam kelapangan
Tiada ku lekang
Ingatan yang suci

Tertumpu mendambakan
Disatukan denganmu

Di hari yang indah
Ku yakin berlaku
Kita bertemu di jambatan kasih
Setelah dipisah lama

Di hari yang indah
Tiada sedetik
Akan terlewat mahupun tercepat
Kutatap wajahmu duhai kekasihku

Garisan pemula
Jauh kutinggalkan
Semangat ku sama
Mencapai impian

Kau ku panggil kasih
Dulu dan selamanya
Tidakkan berubah
Perasaan ini

Lagu : Hafiz Hamidun (Arteffects Production)
Lirik : Ad Samad (Fighting Poet Sdn. Bhd., S/P Luncai Emas Sdn. Bhd.)

Sunday, March 20, 2011

:: Di Mana DIA Di Hatiku - Part 1 ::

"Kenapa kau tak letak sambal belacan dalam masakan tu"

"Bukan kau tak tahu kesukaan aku sambal belacan..."

Terlampias sudah marah si suami pada si isteri yang setia mengakui kesalahan atau kecuaiannya yang terlupa memasukkan sambal belacan dalam masakan siang tadi. Apa jatuh maruah seorang suami tatkala si isteri terlupa memasukkan bahan kegemarannya itu??

Andai kata2 ini hanya mampu ditonton di dalam kaca televisyen menerusi filem2 melayu lama, namun kisah ini dikongsi secara realiti oleh seorang peguam syariah tatkala kinah menyertai kursus kawin baru2 ini. Menurut ustazah tersebut, memang ada kisah sepasang suami isteri bercerai lantaran isu seperti ini. Fantasi di alam realiti..

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, kinah buka coretan kali ini dengan sedikit mukhadimah yang tibe2 terlintas di fikiran dengan izin Allah. Bagaimana iman kinah dan sahabat2 tatkala ini?? Apa sedang tidur atau berjaga?? Atau samar2?? Ya Allah, peliharalah iman kami.

Alhamdulillah, hingga saat ini segalanya masih dipinjamkan buat kita semua secara percuma...namun mengapa masih sukar untuk mengucapkan kalimah syukur dalam hidup ini??

Alhamdulillah pagi tadi kinah berkesempatan utk pergi ke sebuah majlis ilmu di ukm yang dianjurkan oleh iluvislam iaitu forum 'Di mana DIA di hatiku' sekali gus bedah buku karangan ustaz Pahrol Md Juoi merangkap salah seorang panel forum tersebut. Forum yang dikendalikan oleh saudari wardina safiyyah dan bertemankan seorang lagi ahli panel ustaz Syed Abdul Kadir Aljoofre. Secara keseluruhan, forum ini jujurnya boleh menggugurkan air mata pendengar...

Majlis yang bermula dengan bacaan doa dan diikuti oleh ucapan alu-aluan oleh saudara imran koyube iaitu founder iluvislam...dlm ucapannya shja cukup membuatkan getaran di jiwa. Bagaimana susur galur bermulanya tapak pembinaan empayar iluvislam, perkembangannya dan segala yang bersangkut. Biarpun ini bukan kali pertama kinah mendengar live daripada saudara imran, namun sentiasa terasa ada cerita baru yg patut kinah amik iktibar.

Pesan saudara imran, JANNAH is the ultimate vission or mission for each of us..but, ask ourself 1st, what is our contribution towards that?? or are we just lay back on what we have now??is it in a comfort or safety zone constantly??

In order to achieve those things, people have to change...remember, if 'people' want to change, we first have to change, then if to change effectively, change our paradigm first.

Banyak yang disentuh oleh saudara imran berkenaan 'paradigm' dalam ucapan ringkasnya itu. Antara ayat yang menyentap jiwa kinah, "andai kita nak family kita dekat dengan Allah, maka kita dulu yang kena dekat dengan Allah". Betapa hidup ini jangan terlalu mengharap yg terbaik daripada manusia sekeliling andai diri sendiri tidak mampu memberikan sebaik yang diharapkan. Tepuk dada tanya iman di mana DIA di hati kita....

Sahabat yang dimuliakan..moga2 Allah terus memelihara kita semua dari berbuat dosa, zina dan maksiat.

Di awal sesi, saudari wardina ada membuka berkenaan sistem pendidikan negara hari ini. Bukan menyalahkan sistem totally, tp ada satu dua tempat yang mungkin kena top up sebab mungkin ada 'leakage' di beberapa tempat. Merujuk kembali kepada permasalahan sistem pendidikan, dapat dilihat hari ini betapa ramai anak2 yang dilahirkan daripada golongan sekolah agama....bhsa kasarnya, kinah interpretasikan ayt tu, ke mana hilangnya semua itu...

Dalam sesi ini, ustaz pahrol yang sentiasa kelihatan tenang sepanjang forum cukup mengkagumkan diri kinah. Ustaz mengupas kembali tentang 'rasa'. Rasa yang apa mungkin hadir atau tidak dalam diri setiap daripada kita.

Setiap daripada kita insyaAllah mengetahui Allah itu ada, namun sejauh mana kita merasai Allah itu ada...ramai di kalangan kita mengetahui bahawa untuk mengetahui Allah itu ada, banyak bukti2 yang dapat dilihat sekeliling, tapi sejauh mana rasa itu dapat di rasa.

Bila mana sebut tentang rasa, kinah teringat satu 'hujah' di antara seorang kristian dengan seorang muslim ini di mana si kristian itu telah mempersoalkn andai Tuhan kamu ada, tunjukkan, buktikan....di sebabkan dia telah bertanya ramai umat Islam sebelum ini, makanya dia merasa yakin bahawa hamba Allah ini juga takkan mampu untuk menjawab soalan ini. Seusai soalan itu habis di tanya, muslim itu tadi terus menampar mukanya.

Alangkah terkejutnya dia...soalan yang ditnya di balas tamparan.

Andai sakit yang dirasakan, bukti 'rasa' sakit itu...

Begitu juga oksigen, kita tahu oksigen itu ada....tapi apa benar kita 'rasa' oksigen tu??

Maka, ekoran kita tidak 'merasa'kan Allah itu ada, segelintir manusia (termasuk kinah) tidak menjadikan ilmu agama itu ke dalam hati. Segala yang diajar sekadar di atas kertas dan menjadi hafalan di minda bukan di hati. Pesan ustaz, jadikan ilmu itu suatu keperluan bukan sekadar kemahuan...

Tersenyum kinah....terasa tersentap. Mcm2 benda yang berlegar dalam fikiran...

Dalam forum itu jg, ustaz ada mengupas tentang universiti kehidupan. Belajarlah daripada universiti terbesar di dunia yakni universiti kehidupan....segala ilmu dan penglaman di adun menjadi satu buat bekalan insan bernama diri untuk menempuh perjalanan sebagai 'mahasiswa/i' di universiti kehidupan itu.

Kinah tertarik dengan kata2 ustaz pahrol, berhati-hatilah menjaga hati...erm...simple tp sgt menusuk jantung.

Hati...ada ayat yang menyatakan, andai seketul daging itu baik, maka baik la keseluruhannya dan seketul daging tu adalah hati. Dalam istilah arab, perkataan 'qalbu' yang digunakan membawa maksud bolak balik...benarlah, Dia mampu membolak balikkan hati2 ini andai itu yg Allah berkehendakkn...

Maka, dari isu bolak balik, sebagai insan bernama diri, bertindaklah mengikut rasa, bukan sekadar berfikir apa yang baik dan buruk.

Contoh yang dibawa oleh ustaz adalah salah satunya ditujukan kepada golongan berani mati, iaitu golongan yang perokok. Bukan tak diwar2kan akan keburukan merokok, malah kinah sendiri dapat jamin bahawa perokok2 ini tahu akan akibat daripada ini semua..ini bukti bahawa, mereka dah pun BERFIKIR cuma mereka tak RASA akan kesan disebaliknya itu lagi...

Bak pesan seorang sahabat kinah, letakkan akal di depan nafsu...

Tertanya juga, mengapa isu rasa ini boleh timbul...mengapa isu belajar agama tapi hasil tidak seperti di jangka ini boleh timbul...

Ustaz menambah, selain daripada individu itu sendiri yang bertindak tidak mengiku apa yg dia 'rasa', ustaz membuahkan forum pagi itu dengan point bahawa dunia hari ini kurangnya 'murabbi'...bila sebut tentang murabbi, pun tersenyum kinah, teringat ada seorang shbt ni nick name dia skrg berpangkalkan 'murabbi', moga2 shbt kinah tu menjadi sebenar-benar murabbi.

Dalam forum tersebut, ustaz menjelaskan, murabbi ini adalah golongan di mana setiap kata2 atau ilmu yang diajar itu lahirnya dari hati maka dengan itu insyaAllah akan turun ke hati juga. Namun, package mengajar ni perlu disertakan dengan mengajar dan mengajak menurut ustaz. Barulah ia saling melengkapi...

Ya Allah, jadikan kami golongan murabbi yang dimaksudkan itu biar bidang apapun yang kami ceburi....

Kinah nak tutup sesi kali ni dengan kata2 yang ustaz pahrol kongsikan dengan kami berkenaan kata2 Imam al-ghazali...jangan letakkan ilmu itu di kepala semata kerana ia sama seperti meletakkan pelita di atas atap rumah kerana dalam rumah tidak mungkin akan bercahaya tatkala sumbernya di atas atap.

Ya Allah...jangan Kau bolak balikkan hati2 kami daripada terus mengingatiMu dalam apa keadaan sekalipun kerana kami perlukanMu dalam setiap helaan nafas, dalam setiap langkah, dalam setiap tutur bicara..moga2 Engkau memelihara hati2 kami. Amin.



p/s : pause dlu utk forum ni, nnti ada masa kinah sambung lagi. Doakan kinah ek, kinah nak siapkan tesis kinah...pening kepala dah tengok data yang sangat 'sikit'. Doakan kinah dipermudahkan segala urusan. Tapi harap shbt2 masih sudi berkunjung ke teratak ini lagi...

Thursday, March 17, 2011

:: Dia Lelaki Pertama Aku Cintai ::


Dia, seorang yang tabah di mata aku. Kesungguhannya, keikhlasannya amat2 memikat hati aku. Bagaimana mungkin hati ini menafikan dari mencintai lelaki itu?? Dia lelaki pertama yang aku cintai!!

Zaman kecilku dipenuhi dengan seribu satu perhatian darinya, namun bukan bermakna kini dewasaku telah lari dari perhatiannya. Yang menjadi hiasan sehari-hari adalah gelak tawaku yang tidak pernah kenal musim malah terhias indah dengan kenakalan yang tidak ubah seperti kanak2 lelaki, tapi lelaki pertama yang aku cintai ini sentiasa menghadiahkan dengan senyuman yang paling ikhlas di dunia.

Biar tutur bicaranya tidak 'sebanyak' wanita pertama yang aku cintai, tapi lenggok bahasanya menjadi jawapan segalanya.

Dia lelaki pertama yang aku cintai!! Sukardhi Bin Abu Samah, ayahanda tercinta dunia akhirat malah hingga syurga.

Abah, ketahuilah satu perkara, ina seorang anak yang amat2 mencintai abah, abah tahu kan hakikat itu?? Tak semestinya ina tak bagi kad hari lahir ina tak cintakan abah....cinta ina pada abah melebihi segalanya.

Abah, ina tak tahu berapa banyak air mata yang pernah abah tumpahkan selama abah menjaga, mendidik ina selama ini....ina juga tak tahu berapa banyak titik peluh yang gugur ke bumi dalam usaha abah mencari rezeki yang halal untuk ina dan ayen...ina juga tak tahu berapa banyak liter darah yang pernah mengalir dari abah saat mengalami luka2 bila abah keluar dari hutan demi ina dan ayen...ina tak pernah tahu jumlah yang tepat untuk itu...apatah lagi masa yang abah perjuangkan untuk bersama anak abah yang manja ini...

Abah, ina sayang abah, ina rindu abah!! Ina rindukan pelukan abah!!! Ina rindukan ciuman abah!!

Andai berpuluh tahun lepas, anak perempuan abah ni masih kecil....ina dengan ayen tak nakal sangatkan masa dulu?? Tapi selalu juga kena pukul dengan cebok....huhu sebab selalu balik lambat dari padang. Ina rindu masa tu.

Abah hantar ina ke tadika, abah hantar ina ke sekolah...ina membonceng abah...

Paling ina tak boleh lupa masa ina darjah satu sampai darjah lima, sebab mama sambung belajar masa tu. Mungkin ina dengan ayen tak faham apa yang berlaku, tapi bila ina dah besar ini, ina dapat ingat setiap satu yang berlaku tu dengan baik.

Abah ajar ina dengan ayen berdikari sejak ina 7 tahun lagi, kami belajar uruskan duit belanja sendiri, pakaian kami, masa buat kerja sekolah, pergi ke sekolah sendiri, segalanya ina belajar sejak ina 7 tahun. Abah, ina tak pernah salahkan keadaan malah ina berterima kasih untuk itu sebab ina jadi ina hari ini.

Mungkin terasa kurang sebab tiada kehadiran ibu di sisi saat pembesaran ina amat2 perlukan seorang ibu, tapi ina bersyukur ada abah biarpun abah selalu masuk hutan berminggu2 dan kami ditinggalkan di rumah mak long selama berminggu itu. Segalanya sendiri....sendiri....

Tapi, keluarga kita bersama semula...seronoknya...seronok sangat!! Ada mama yang selalu masak untuk kita sekeluarga. Anak2 abah ni dah la kuat makan, tapi ina harap ina ikut genetik abah, tak mudah gemuk, hehehe...

Abah, ina ingat lagi masa abah bawa ina ke rompin...ikut ke tempat kerja abah. Ina nak menangis sangat masa tu sebab ina tengok sendiri macam mana abah panjat lori balak untuk ukur kayu balak segala bagai. Abah tak pakai apa2 safety pun, hanya bersandarkan kudrat abah semata. Itu baru sikit ina tengok depan mata, yang ina tak tengok mesti lagi berat dari tu kan?? susah payah abah cari rezeki untuk ina dan ayen, sampai mati ina tak boleh balas kan.

Bila dah besar, ina dah pandai melawan abah. Ina dah pandai memberontak. Ina dah pandai buat kepala sendiri. Tapi abah, masih bersabar dengan ina sampai saat ini. Ina degil kan abah??

Masa sekolah menengah dulu, tiap2 minggu abah datang, bawa makanan dengan mama. Ina tunggu abah dengan mama datang, ina dah mula terasa dimanjakan. Tapi, sape lagi yang abah nak manjakan sebab abah hanya ada ina dengan ayen je kan....

Abah, anak abah dah jadi anak dara dah sekarang....cepatnya masa berlalu kan. Mama selalu cakap yang mama tak terasa anak2 mama dah besar, sebab tu mama selalu 'membebel' kat ina macam ina ni budak kecik lagi kan. Ina yang tak faham mama dan abah kan...

Abah, ina tahu abah banyak pendam rasa dengan ina dan ayen. Tolong maafkan kami ye bah, sebab kmi perlukan keredhaan Allah, dan keredhaan Allah itu terletak pada redha abah dan mama.

Ina rindukan keluarga kita, ina sayangkan keluarga kita sangat2. Ina sayang abah!!! Abah tahukan ina sayang abah.....ina selalu cakap kan...abah kena ingat taw, ina sayang abah!!

Abah, ina tunggu saat itu.....saat yang sebenar2 menjadi pelengkap kepada keluarga kita, ina akan sabar untuk itu, ina takkan pernah berhenti dari mendoakan untuk saat itu. Ina tunggu ye abah.

Ya Allah, panjangkan usia ayahandaku, berkatilah usianya, ibadatnya, amalannya, segalanya tentang dia....kasihilah dia sebagaimana dia mengasihi aku. Peliharalah iman dia, akidah dia terhadapMu. Aku amat menyayangi insan ini....



[mode: teringat kat abah.....]

Jom berkongsi